Tentang Kami

PASAGI – Centre for Indonesian Indigenous Knowledge adalah suatu kolektif riset yang didirikan pada tahun 2024 dan didedikasikan untuk mendokumentasi, mengkaji, dan mengembangkan pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional (indigenous knowledge & traditional knowledge) di kawasan Indonesia, regional, maupun global dengan pendekatan interdisipliner dan eksperimental.

Kehadiran PASAGI didasarkan pada keyakinan sederhana bahwa pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional mewakili cara-cara berharga untuk memahami dunia, mengelola sumber daya, dan membangun hubungan sosial yang bermakna sejak masa lampau, saat masa kini, dan untuk masa depan. Bagi kami, pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional bukanlah sekadar warisan artefak masa lalu. Pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional tetap relevan, dinamis, dan terus berkembang sesuai dengan konteks dan tantangan kontemporer yang dihadapi oleh masyarakat adat.

Pendekatan kami bersifat interdisipliner karena pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional melampaui batas-batas disiplin ilmu. Kami menggabungkan perspektif dari antropologi, hukum, ekologi, sejarah, dan filsafat dengan tujuan menangkap kompleksitas dan kekayaan sistem pengetahuan tersebut. Pendekatan eksperimental kami berarti kami terbuka terhadap metode-metode inovatif dalam penelitian, pendokumentasian, dan penyampaian temuan. Kami tidak terikat pada cara-cara konvensional dalam melakukan kerja akademis jika cara-cara tersebut dinilai tidak memadai dalam konteks budaya pengetahuan yang dikaji.

Secara geografis, fokus kami adalah Indonesia. Namun demikian, kami juga mengakui adanya koneksi regional dan global dari pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional itu sendiri. Bagi kami, sistem-sistem pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional sering kali melampaui perbatasan nasional yang diciptakan oleh administrasi negara modern, dan karena itulah kami tertarik untuk memahami bagaimana pengetahuan adat tersebut bergerak, bertransformasi, dan beradaptasi dalam dialog lintas komunitas dan lintas budaya.

Kami sangat terbuka untuk berbagai peluang kolaborasi dan kerjasama, baik itu dengan komunitas masyarakat adat, lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat sipil, kelompok jurnalis, kelompok aktivis, kelompok peneliti dan akademisi, hingga korporasi yang peduli dan memiliki minat yang sama dengan kami dalam hal pendokumentasian dan pengembangan pengetahuan adat dan pengetahuan tradisional.